Thursday, August 20, 2009

Sudah Jadi Tradisi

Alhamdulillah, beberapa minggu lagi kita segera memasuki bulan suci Ramadhan. Ada hal menarik yang cukup lama berkembang di negara kita, yaitu sebuah kebiasaan yang nampaknya sudah menjadi ‘tradisi tahunan menjelang Ramadhan’ namun tradisi ini cukup memprihatinkan. Ya, sebuah tradisi yang memprihatinkan karena tradisi ini disambut baik pada masanya, namun kembali mendapat cap negatif pada akhirnya. Atau sebaliknya, men-dapat sambutan tidak baik pada awalnya, namun tetap dipandang sebagai kondisi yang harus diterima.

Berikut adalah beberapa tradisi yang saya maksud, yakni beberapa fenomena yang sering kita saksikan di masya-rakat kita menjelang Ramadhan.

Pembersihan tempat maksiat
Pembersihan tempat-tempat hiburan yang diindikasikan banyak mengandung praktik-praktik maksiat serta penyuluhan atau pembinaan para pekerja seks komersial. Fenomena ini pasti kita jumpai pada beberapa hari menjelang Ramadhan. Aparat pemerintah di masing-masing daerah disiagakan untuk membereskan tempat-tempat hiburan yang dipandang sebagai ajang tempat maksiat, seperti kedai-kedai minuman keras, diskotik, bar, atau tempat panti pijat plus. Bahkan, masyarakat setempat pun kadang dilibatkan untuk membersihkan lingkungan mereka dari tempat-tempat seperti itu.

Tidak hanya itu, para pekerja seks komersial yang dinilai sebagai ‘korban’ pun ramai-ramai dibina dan diberikan penyuluhan untuk tidak ‘mangkal’. Entah, apakah penyuluhan untuk berhenti dari dunia kelam itu dimaksudkan untuk selamanya atau selama bulan Ramadhan saja. Tapi jika kita perhatikan secara seksama, penyuluhan itu hanya bersifat sementara. Toh buktinya me-reka yang dulu bekerja sebagai PSK, setelah Ramadhan pun kembali lagi bekerja di dunia asalnya, bahkan jum-lahnya pun semakin bertambah.

Kenapa semakin bertambah? Selama Ramadhan, boleh jadi para wanita ini pulang kampung untuk ‘istirahat’ beberapa minggu. Setelah Ramadhan usai, apa yang terjadi? Jelas bukan, pasca Ramadhan terutama setelah lebaran, orang-orang ramai berdatangan ke kota untuk mengadu nasib, terutama mencari pekerjaan di Ibu Kota. Jika mereka yang selama Ramadhan ‘istirahat’ untuk tidak bekerja sebagai PSK, tentu setelah usainya Ramadhan, mereka kembali lagi untuk bekerja dan kebanyakan dari mereka mengajak rekan-rekan mereka di kampung untuk bekerja seperti dirinya.

Pun dengan para pekerja hiburan yang lain. Jika mereka tidak punya kemampuan untuk bekerja di kota-kota besar, tentu pilihan menjadi pekerja-pekerja tempat hiburan yang kental dengan kemaksiatan ini adalah pilihan yang terakhir. Dan akhirnya, tempat-tempat hiburan yang sarat maksiat ini pun kembali beroperasi. Itu artinya, pembersihan tempat-tempat maksiat menjelang Ramadhan, tidaklah cukup untuk menghentikan praktik prostitusi. Tapi jika dipikir-pikir, negara pun nampaknya ‘membutuhkan’ praktik prostitusi ini karena toh hal tersebut menghasilkan devisa besar bagi negara, kan?

Artis ramai-ramai berjilbab
Sebagai muslim dan muslimah, tentu kita menyambut baik pada siapapun yang kembali kepada nilai-nilai Islam. Seorang wanita yang mengenakan jilbab dan benar-benar dalam menutup aurat, tentu membutuhkan dukungan yang penuh dari seluruh kaum mus-imin. Siapapun dirinya, darimanapun asal-usulnya, dan bagaimanapun kondisi dirinya, dia membutuhkan sokongan dari muslim dan muslimah lainnya di saat ia kembali kepada jalan Islam yang lurus.

Namun apa jadinya jika kembalinya ia kepada Islam hanyalah sebuah kamuflase yang tidak berasal dari hati dan pikiran yang tulus? Ia berjilbab hanya karena Ramadhan adalah bulan ‘islami’ hingga ia patut berjilbab atau mengenakan pakaian yang syar’i. Ini fakta dan hal itu menimpa pada sebagian besar artis-artis di negara ini.
Menjelang Ramadhan, mereka ramai-ramai berkunjung ke toko-toko busana Islami untuk membeli beberapa jilbab dan baju muslim lainnya. Lalu mereka kenakan jilbab itu dan berbicara di depan kamera bahwa alasan mereka mengenakan jilbab itu adalah untuk menghormati bulan Ramadhan.

Masya Allah, sebuah fenomena yang memprihatinkan bukan? Satu sisi kita sangat menyambut positif sikap mereka yang menghargai Ramadhan, namun sisi lainnya kita sangat menyayangkan argumen mereka yang hanya mengenakan jilbab selama bulan Ramadhan saja. Lalu pada bulan-bulan berikutnya, ya sama saja, mereka kembali buka aurat dan berpose di depan publik serta menebar benih-benih perzinahan yang mungkin tak pernah mereka sadari.

Naiknya harga sembako
Inilah tradisi yang ibaratnya seperti makan buah simalakama. Mau tak mau kita harus menerima keadaan yang memberatkan ini. Jika harus mengeluh dengan kenaikan harga sembako, maka hal itu tidak akan menurunkan harga.

Memang banyak faktor yang mempengaruhi naiknya harga-harga menjelang Ramadhan, seperti kurangnya pasokan, mahalnya biaya distribusi, atau karena penimbunan oleh sebagian oknum pedagang yang memanfaatkan waktu-waktu menjelang Ramadhan.

Jika kasus kenaikan harga ini terjadi akibat kurangnya pasokan dan mahalnya ongkos distribusi, maka dalam hal ini pemerintah wajib ikut serta untuk membuat solusinya. Pemerintah harus menyuplai barang-barang pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat dan didistribusikan secara tepat ke pasar-pasar di setiap daerah.

Adapun jika kenaikan harga ini adalah karena ulah para oknum pedagang atau distributor yang menimbun barang produksinya hingga menunggu waktu yang ‘tepat’, maka sesungguhnya inilah yang patut diwaspadai. Ini terjadi karena sebagian besar dari para oknum ini menginginkan harga yang lebih besar dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ini menarik karena biasanya, kasus penimbunan itulah yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab utama mengapa harga-harga sembako menjadi naik. Karena, aksi penimbunan barang yang dilakukan oleh seorang pedagang misalnya, pasti akan berakibat buruk pada pedagang lainnya, tentu mereka akan kekurangan produksi, terlebih jika barang yang ditimbun adalah kebutuhan pokok masyarakat yang disuplai oleh negara. Pemerintah dalam hal ini pastinya akan kewalahan dalam memasok barang yang semestinya cukup bagi seluruh masyarakat. Akibatnya, harga-harga kebutuhan sembako menjadi naik dengan alasan bahwa pasokan produksinya kurang, padahal ditimbun oleh sebagian oknum pedagang.

Aksi para penimbun inilah yang paling sering terjadi. Mereka menyimpan barang dagangan dalam jumlah besar dan akan menjualnya setelah harga barang-barang tersebut naik. Memang menguntungkan, namun tetap saja merugikan orang.

Oleh karena itu, kesigapan pemerintah dalam hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat. Adanya sidak atau insfeksi mendadak yang dilakukan oleh aparat pemerintah di pasar-pasar tertentu merupakan salah satu cara yang patut mendapat sambutan positif. Bagai-manapun juga, kebutuhan akan barang-barang pokok adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawartawar lagi. Semua pihak harus terlibat aktif dalam menghadapi kondisi ini agar Ramadhan benar-benar dirasakan berkah oleh seluruh masyarakat.

Murahnya Jiwa Muslim Minoritas

Tepat pada tanggal 5 Juli 2009, pemerintah China menangkap kurang lebih dari 1.434 warga Muslim dari etnis Uighur. Dalam peristiwa penculikan itu, korban yang tewas mencapai 184 jiwa. Sedang ribuan orang lainnya, harus menderita luka-luka. Tidak hanya itu, pemerintah setempat juga melarang kaum muslimin di sana untuk melaksanakan shalat Jum’ah dan masjid-masjid di sekitar diduduki oleh tank-tank bersenjata pemerintah.

Berita ini berawal dari aksi ‘kerusuhan’ yang pecah di Urumqi, ibu kota Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat China. Kerusuhan itu terus meluas hingga ke kawasan Kashgar. Dampak dari kerusuhan itu adalah ditangkapnya ribuan warga muslim Uighur karena mereka dituduh sebagai penyebab kerusuhan.

Penangkapan yang dilakukan oleh satuan keamanan China yang dibantu oleh masyarakat dari etnis Han terhadap warga muslim Uighur terus berlangsung hingga hari-hari berikutnya. Jumlah korban yang tewas pun semakin bertambah.

Pembantaian demi pembantaian yang terjadi di Uighur tidak terjadi begitu saja. Semuanya berawal dari ketegangan antar dua etnis, yaitu etnis Uighur yang beragama Islam dengan etnis Han yang beragama komunis.

Masyarakat muslim Uighur adalah salah satu minoritas warga China yang tinggal di Provinsi Xinjiang. Nama lengkap dari daerah itu adalah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Wilayah ini berbatasan dengan Tibet di tenggara, Mongolia di timur, Rusia di sebelah utara, serta Afghanistan di sebelah barat. Nama Xinjiang sendiri berarti “Daerah Baru” yang diberikan semasa dinasti Qing Manchu.

Sebenarnya, penamaan Xinjiang sendiri tidaklah diterima oleh mayoritas kaum muslim Uighur sebab penamaan itu berarti penjajahan tanah oleh China yang awalnya sudah merdeka. Ya, dulu nama daerah yang kaya akan mineral ini adalah Turkistan, dan bukan Xinjiang. Turkistan adalah kawasan Islam yang syah di masa Bani Ummayah. Qutaybah bin Muslim, seorang komandan mujahid, berhasil memasuki kota Kashgeer dan saat itulah Turkistan menjadi bagian dari wilayah kaum muslimin.
Namun pada abad ke 18, yakni di saat Daulah Islamiyah runtuh, para penjajah kafir menduduki kawasan ini dan membagi Turkistan menjadi beberapa bagian. Turkistan Barat dijajah oleh Uni Soviet, sedangkan Turkistan Timur di jajah oleh Republik Rakyat China.

Pendudukan ini pun berlangsung dengan pembantaian warga muslim Turkistan dengan cara masal oleh para penjajah kafir komunis itu. Tidak kurang dari 1.200.000 nyawa muslim Turkisatan menjadi saksi atas kebiadab-an sang penjajah komunis itu. Sedangkan sisanya harus hidup di bawah ke-pendudukan China yang diktator.

Namun perjuangan kaum muslim Uighur tidak berhenti begitu saja. Me-reka melakukan beragam perlawanan, meski tidak begitu besar jika dibandingkan dengan perlawanan rakyat Palestina terhadap Israel. Walaupun demikian, perlawanan telah mendapatkan hasilnya. Tahun 1863, kawasan Turkistan Timur merdeka dari China dan terbentuknya sistem pemerintahan yang ber-ada di bawah kepemimpinan Attalik Ghazi Yakub Bek. Di masa kepemim-pinan beliau, banyak masjid dan madrasah didirikan dan tersebar di Turkistan Timur. Kaum muslim Uighur benar-benar merasakan kebebasan dirinya sebagai muslim. Anak-anak mereka bisa sekolah di lembaga-lembaga Islam. Pun dengan wanita-wanitanya yang merasa nyaman dengan berjilbab, sebagai identitasnya selaku muslimah.

Namun kondisi yang aman dan sejahtera ini tidak berlangsung lama. China kembali menduduki Turkistan Timur pada tahun 1878. Selang beberapa tahun dari waktu itu, yakni pada tanggal 18 November 1884, kawasan Turkistan Timur dijadikan bagian dari negara China sebagai provinsi baru serta diganti namanya menjadi Xinjiang, dan Urumqi dipilih sebagai ibu kotanya.

Meski situasi sudah berubah, hal ini tidak merubah semangat jihad kaum Muslim Uighur untuk melepaskan diri dari cengkeraman komunis China. Ge-lombang perlawanan terus datang bertubi-tubi. Sebagai dampaknya, pemerintah China pun semakin gencar mem-bunuh dan membantai kaum Muslim Uighur. Kebencian mereka terhadap Islam dan kaum muslimin harus berhadapan dengan semangat kemerdekaan dari para pejuang muslim Uighur.

Semangat ini pun, untuk beberapa kalinya, membuahkan hasil. Tanggal 12 November 1933, Abdul Qaddir Da-mulla, seorang pemimpin perjuangan masyarakat Uighur, berhasil memproklamirkan kemerdekaan di kawasan ini. Sebagai wujudnya, dibentuklah negara Republik Turkistan Timur. Namun lagi-lagi kebencian sang negara komunis itu kembali merebut kemerdekaan kaum Muslim Uighur. Hanya berselang satu tahun, yakni 1934, China yang didu-kung oleh Rusia kembali menduduki kawasan itu yang tentunya berujung pada kematian massal warga muslim di sana.

Sejak perebutan itu hingga sekarang, kaum muslim Uighur tidak pernah lagi hidup dalam keamanan dan kedaimaian. Mereka terus menerus menjadi objek kebencian sang komunis. Meski dijanjikan sebagai kawasan otonomi, namun pemerintahan China sama sekali tidak memberikan rasa aman bagi mereka.

Rezim komunis benar-benar telah membantai warga muslim di sana. Tidak tanggung-tanggung, 4,5 juta nyawa etnis Uighur telah lenyap di bawah rezim Mao Tse Tung. Lebih dari itu, rezim komunis pun mengembargo masyara-kat Uighur dan tidak memberikan hak untuk pergi ke luar kawasan Xianjiang.

Rezim komunis ini memang benar-benar sangat benci kepada Islam. Agama Islam sudah dipandang sebagai agama ilegal yang dilarang di China. Sebagai konsekuensinya, madrasah-madrasah Islam, masjid-masjid, mengenakan jilbab, dilarang oleh pemerintah. Kalaupun diijinkan, maka hal itu akan diatur sedemikian ketat.

Lebih sadis lagi, kawasan Xinjiang sering dijadikan sebagai tempat uji coba nuklir. Hal ini sengaja dilakukan agar kawasan itu menjadi kawasan yang tidak sehat dan berpenyakit bagi warga di sana. Ini merupakan bentuk kejahatan yang jelas, yakni pemerintah Cina benar-benar berusaha untuk membersihkan etnis Uighur.

Begitulah. Gambaran yang ada pada kaum muslim Uighur hanyalah satu di antara sekian potret kehidupan warga muslim lainnya di penjuru dunia. Sama halnya dengan apa yang kini terjadi di Irak, Palestina, Afghanistan, dan Pakistan. Di manapun mereka berada, terlebih bagi warga muslim minoritas, mereka tidak mendapatkan keadilan. Mereka tidak dapat menjalankan hak-hak dasar hidup mereka. Selalu saja pemerintah setempat menggunakan alasan sama, yaitu warga muslim sebagai ancaman yang bisa menimbulkan ketidakstabilan. Sementara itu, negara-negara kaum muslimin yang lain, sangat sedikit yang serius mengatasi permasa-lahan-permasalahan ini. Entah sampai kapan hal ini terus berlangung. Yang pasti, kini harga nyawa seorang muslim benar-benar dibayar murah.
Allahu Akbar...

Ritual-Ritual Ramadhan

Memang masih dalam hitungan minggu, kita akan segera berjumpa dengan bulan suci yang Allah persiapkan ini bagi manusia untuk beribadah kepada-Nya di bulan itu. Ramadhan, merupakan satu di antara bulan-bulan yang paling dinantikan oleh kaum beriman yang benar dalam keimanannya.

Allah sudah menetapkan bahwa pada bulan itu, orang-orang yang beriman diperintahkan untuk berpuasa, yakni menahan diri dari segala aktivitas makan dan minum serta semua hal-hal yang bisa membatalkannya. Tentu saja, kewajban berpuasa ini diharapkan menjadi moment tepat bagi mereka yang berpuasa untuk senatiasa mendekatkan diri mereka kepada Allah .

Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

Begitulah, tujuan agung yang Allah maksud dalam ayat itu adalah alasan mengapa kita harus berpuasa. Namun sayangnya, masih ada di antara saudara-saudara kita yang malah mengotori kesakralan Ramadhan itu sendiri, baik dengan sengaja atau tidak disengaja. Di masayarakat kita, ada beberapa ritual khusus yang dirayakan oleh sekelompok kaum muslimin dalam rangka menyambut atau mengisi bulan suci Ramadhan. Tentu saja, sa-ngat patut jika kita berusaha untuk mencermati ritual-ritual tersebut dan menilai apakah semua ritual itu sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.
Berikut ini adalah beberapa ritual khusus yang sering kita temui beberapa hari menjelang Ramadhan atau di saat bulan Ramadhan itu sendiri.

Nyadran
Bagi masyarakat Jawa khususnya, Nyadran adalah salah satu tradisi yang cukup mendapat perhatian dan dirayakan pada saat menjelang Ramadhan. Nyadran ini dilakukan pada beberapa hari di bulan Sya’ban. Biasanya, tanggal-tanggal yang dipilih adalah tanggal 15, 20, dan 23 Sya’ban.

Bulan Sya’ban sendiri adalah nama lain dari bulan Ruwah bagi masyarakat Jawa. Menurut sebagian kepercayaan orang-orang, kata ruwah berasal dari kata arwah. Mereka meyakini bahwa pada bulan Ruwah tersebut, arwah-arwah nenek moyang berkesempatan mengunjungi anak cucu mereka di dunia. Bagi masyarakat Jawa, kepercayaan semacam ini dinamakan kepercayaan Mudhunan dan Munggahan.

Nyadran sendiri adalah suatu proses ziarah kubur dan ajang silaturahim antara orang yang masih hidup dengan orang yang sudah tiada. Mereka ber-bondong-bondong memebersihkan makam-makam nenek moyang mereka dan melakukan kenduri atau doa ber-sama. Tidak hanya itu, mereka juga membawa beberapa macam pangangan (makanan) yang memang khusus dipersiapkan untuk acara Nyadran. Panganan-panganan tersebut ada yang memang dimakan bersama-sama di area pemakaman, dan adapula yang sengaja dijadikan sesaji bagi arwah leluhur mereka.

Padusan
Padusan (jawa, Adus) sendiri adalah prosesi mandi yang dilakukan satu hari sebelum bulan Ramadhan. Hal ini di-maksudkan agar seseorang yang memasuki bulan Ramadhan bisa memulai puasa dengan jiwa dan raga yang bersih, yang dicerminkan lewat acara padusan ini.

Menurut kepercayaan sebagian masyarakat kita, padusan atau prosesi mandi besar ini harus dilakukan di tempat-tempat yang diyakini membawa berkah, atau air yang digunakan adalah air yang berasal dari sumur tujuh rupa lagi disakralkan oleh masyarakat setempat. Biasanya, padusan semacam ini dilakukan oleh orang-orang keraton.

Namun ada juga yang melakukan prosesi padusan di tempat-tempat pemandian umum secara bersama-sama, seperti di sungai. Kaum muda dan mudi, biasanya lebih sering mandi padusan secara umum ini. Biasanya sebelum acara padusan dimulai, ada prosesi ritual njedhor atau proses pemukulan bedug sebagai tanda ritual padusan a-kan segera dimulai. Irama Njedhor sendiri tidak sembarangan. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memain-kannya.

Punggahan
Punggahan atau Munggahan adalah salah satu acara penting yang dilakukan satu hari menjelang Ramadhan. Orang-orang datang berkumpul di mas-jid, biasanya, atau berkumpul di salah satu rumah tokoh setempat dan melakuan doa bersama serta dilanjutnya dengan menyantap makanan.

Prosesi punggahan ini dilakukan sebagai bentuk ‘sosialisasi’ Ramadhan kepada masyarakat. Dengan adanya punggahan, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi bulan Ramadhan.
Namun hal yang menjadi masalah dalam prosesi Punggahan ini ialah adanya sebuah anggapan bahwa perayaan menjelang Ramadhan ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sehingga tidak boleh dilewatkan.

Pesta Ru'yah.
Pagelaran ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang tertentu. Di Indonesia, hanya ada beberapa kelompok masyarakat, terutama dari kalangan pengikut sufi, yang merayakan pesta Ru’yah. Pesta Ru’yah sendiri dilakukan pada malam pertama di bulan Ramadhan. Mereka mengadakan beberapa acara di saat ru’yah (melihat bulan untuk me-nentukan awal bulan Ramadhan) berlangsung atau sesudah ru’yah dilakukan. Dalam prosesi itu, mereka berkeliling kota dan desa sebagai rasa ‘syukur’ mereka akan datangnya bulan Ramadhan

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya
Jelas sekali bahwa Rasulullah melarang berpuasa satu atau dua hari se-belum Ramadhan. Namun, nampaknya masih ada sebagian masyarakat kita yang memaksakan diri untuk berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadhan dengan alasan ‘kehati-hatian’ atau ‘berjaga-jaga’ karena khawatir jika Ramadhan sebenarnya telah datang di saat mereka berpuasa. ]

Kehati-hatian ini adalah berlebihan dan tidak disyari’atkan dalam agama Islam. Bagaimanapun juga, melakukan suatu ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah meski diniatkan untuk ‘kebaikan’, maka ibadah tersebut akan tertolak.

Adapun jika berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan karena memang dirinya sedang berpuasa sunnah dan bertepatan dengan hari-hari itu, maka hal ini tidak masalah, seperi puasa Senin-Kamis atau puasa Daud. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu Imsak
Imsak secara bahasa adalah ‘mena-han’ atau ‘memelihara’. Menurut istilah, imsak adalah waktu tertentu (beberap menit sebelum datangnya Shubuh) di mana seseorang yang hendak berpuasa dianjurkan menahan diri dari makan dan minum. Adanya Imsak ini merupakan feno-mena baru yang tidak pernah ada di masa Rasulullah. Imsak merupakan sebuah konsep baru yang diadakan sebagai bentuk bentuk upaya ihtiyat atau kehati-hatian. Ihtiyat ini dilakukan sebagai cara untuk menjaga kesem-purnaan ibadah puasa.

Namun, kasus yang banyak ber-kembang di masyarakat kita adalah, seringnya kita menemukan orang-orang yang mengharamkan makan dan mi-num di saat waktu Imsak tiba. Bahkan ada yang sengaja memuntahkan kem-bali sisa-sisa makanan yang masih ada di mulut mereka ketika mendengar waktu Imsak.

Pengharaman makan dan minum di saat Imsak tiba, memang hanyalah akibat ketidaktahuan mereka akan tu-juan adanya waktu Imsak itu sendiri, yakni sebagi bentuk kehati-hatian saja agar tidak sampai makan di saat adzan Subuh tiba nantinya. Namun bagai-manapun juga, fenomena ini merupa-kan salah satu tanda bahwa segala se-suatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, hanya akan memberatkan umat dan tidak membuat ummat faham tentang bagaimana mereka harus beribadah.

Mengingkari Tarawih
Pengingkaran terhadap shalat Tarawih ini adalah pengingkaran yang dilakukan oleh kaum Zindiq Rafidhah (Syi’ah Imamiyah). Di saat kaum mus-limin pergi berbondong-bondong me-nuju masjid setelah Isya untuk melak-sanakan Tarawih, mereka malah asyik-asyik bercengkerama di rumah dengan alasan bahwa shalat Tarawih itu adalah ajaran Umar bin Khathab (sosok sahabat yang paling dibenci oleh kaum Syi’ah).

Ya, mereka adalah sekelompok kaum yang sangat membenci sosok Umar bin Khathab sehingga ibadah tarawih yang jelas-jelas diajarkan oleh Rasulullah ditolak oleh mereka de-ngan alasan bahwa shalat itu dipopu-lerkan oleh Umar. Asal mula pengingkaran ini adalah karena kebodohan mereka dalam me-mahami perintah Umar bin Khathab ketika beliau menyuruh kaum muslimin untuk shalat Tarawih secara berjamaah. Mereka mengira bahwa perintah Amirul Mukminin (Umar bin Kha-thab) itu adalah perintah yang meng-ada-ngada atau bid’ah. Mereka sampai akhirnya menuduh bahwa Amirul Muk-minin telah melangkahi Rasulullah dengan membuat sesuatu yang baru dalam agama. Padahal, apa yang diperintahkan oleh Umar bin Khathab adalah sejalan dengan ajaran Rasulullah dan tidak termasuk kategori bid’ah. Sebagai buktinya, Sahabat Ali bin Abi Thalib (sosok sahabat yang sangat dikultuskan oleh Syi’ah) pun mengikuti perintah Umar bin Khathab dan ikut serta dalam melaksanan shalat Tarawih secara berjamaah.

Perayaan Nuzulul Qur’an Nuzulul
Peringatan ini adalah perayaan khusus yang digelar oleh sebagian besar masyarakat kita di Indonesia, dan juga sebagian pelosok negeri-negeri kaum muslimin dalam rangka mengingat peristiwa turunya al-Qur’an. Peringatan semacam ini digelar setiap tanggal 17 Ramadhan. Ayat al-Qur’an yang dimak-sud adalah 5 ayat pertama, yakni 1-5 al-‘Alaq yang turun kepada Rasulullah di Gua Hira.

Di Indonesia ini cukup menarik karena peringatan Nuzulul Qur’an ini selalu diramaikan oleh pemerintah dari zaman Bung Karno hingga sekarang. Setiap tanggal 17 Ramadhan, hampir dipastikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi peringatan nasional. Menurut sejarah, keikutsertaan pemerintah dalam meramaikan peringatan Nuzulul Qur’an adalah karena usulan dari H. Agus Salim kepada Bung Karno dengan alasan bahwa memperingati Nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadhan, sama artinya dengan mensyukuri nikmat kemerdekaan In-donesia yang jatuh pada 17 Agustus, dan tepatnya di bulan Ramadhan pula.

Perayaan Perang Badar.
Perayaan ini hampir sama dengan perayaan Nuzulul Qur’an karena dilakukan pada tanggal yang sama, yakni setiap tanggal 17 Ramadhan. Hanya saja, perayaan Perang Badar adalah peringatan khusus untuk mengenang peristiwa perang yang sangat bersejarah itu. Di beberapa tempat di kawasan negara kaum muslimin, mereka berkumpul di masjid-masjid untuk membacakan dan mendengarkan kisah-kisah per-juangan para sahabat Nabi dalam per-ang Badar.

Shalat Jum'at Yatimah
Shalat ini adalah shalat jum’at pada hari jum’at terakhir di bulan Ramadhan. Biasanya, masyarakat akan memilih lokasi masjid yang dianggap memiliki sejarah. Penduduk Mesir misalnya, mereka akan shalat di Masjid Amr bin Ash, atau penduduk Palestina yang mungkin akan shalat di Masjid Ibrahimi atau Masjidil Aqsa. Adapun sebagain masyarakat Jawa mungkin akan shalat di Masjid Ampel. Ada sebagian kepercayaan masyarakat kita yang meyakini bahwa melak-sanakan halat wajib yang fardhu sehabis shalat jum’at yatimah, akan menghapus dosa-dosa, atau menggantikan shalat-shalat yang pernah ditinggalkan sebelumnya.

Shalat Al-Qadar
Yakni mengerjakan shalat dua -kaat berjama'ah setelah shalat tarawih kemudian di penghujung malam mereka mengerjakan shalat seratus rakaat dengan beberapa aturan bacaan tertentu di malam yang mereka yakini sebagai malam Lailatul Qadar, sebab itulah dinamakan shalat Al-Qadar.

Pesta Lilin dan Kembang Api
Biasanya, perayaan semacam ini dilakukan pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, terutama pada malam 27 Ramadhan. Peranyaan ini dilakukan dengan menyalakan lilin dan membakan kembang api di jalan-jalan desa. Di Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, perayaan pesta lilin ini sudah sangat ramai dilakukan. Hampir di setiap rumah terdapat lilin yang sengaja dinyalakan. Menurut keper-cayaan setempat, lilin-lilin itu merupa-kan refleksi agar masyarakat tidak tidur karena malam itu dipercaya sebagai malam Lailatul Qadr. Ada juga yang meyakini bahwa para malaikat akan menyinggahi rumah yang dipasangi lilin.

Wadaa' Ramadhan
Ada lagai bid’ah yang cukup popu-ler di tengah-tengah masyarakat kita, yaitu Wadaa' (perpisahan) Ramadhan. Peringatan ini dilakukan pada lima malam atau tiga malam terakhir di bulan Ramadhan. Biasanya, masyarakat berkumpul di masjid-masjid setelah melakukan shalat Tarawih dan Witir kemudian mereka melantunkan beberapa syair yang berisi kesedihan karena harus berpisah dengan Ramadhan. Syair-syair ini dibaca dan disenandungkan secara bergilirian antara jama’ah.

Wednesday, August 19, 2009

Seruan Takbir dari Asia Tengah

Tidak akan pernah terlupakan oleh kita semua akan kejadian-kejadian yang menimpa saudara kita di Xinjiang, China. Mengerikan dan tidak berprikemanusiaan, itulah kalimat yang mendeskripsikan tentang peristiwa itu. Apa yang tengah terjadi, sesungguhnya merupakan satu bagian saja dari gambaran kecil kaum muslimin di seluruh dunia. Kini, seruan takbir tak hanya terdengar di Jazirah Arab saja, Asia Tengah pun sekarang tengah bergejolak.

Jika bicara Asia Tengah, maka secara definisi arti itu mencakup kawasan Republik Rakyat Cina bagian barat (Wilayah otonomi Xinjiang dan Tibet), Mongolia, Kazakhstan, Kirgizia, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, negara-negara Transkaukasus (Azerbaijan, Armenia, dan Georgia), wilayah Turkic/Muslim selatan Rusia (Siberia Selatan), Afganistan, dan sebagian wilayah utara Pakistan.

Kawasan Asia Tengah yang begitu terkenal dengan tanah datar tinggi dan pegunungan Tian Shan ini, merupakan kawasan strategis yang menghubungkan peradaban Tiongkok, Arab, dan Barat. Lalu selanjutnya, kawasan-kawasan ini dikontrol oleh Kekaisaran Rusia dan Kerajaan Tiongkok, yang kini sebagian besarnya telah memerdekakan diri.

Namun kemerdekaan itu nampaknya tidak pernah ada di kawasan-kawasan Asia Tengah. Negara-negara baru yang penduduknya adalah muslim -meski minoritas-, seperti Kazakhstan, Gerogia-Armenia, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Afghanistan, Pakistan bagian utara, dan Xinjiang masih mendapat tekanan politik dari para penjajah komunis Rusia dan China yang mengganggu kemerdekaan negara-negara itu.

Kedua negara komunis itu sama sekali terlihat sangat bernafsu dalam menguasai kawasan-kawasan yang kini telah ‘merdeka’. Dunia memang telah mencatat bahwa komunis Rusia dan China begitu benci terhadap pertumbuhan Islam dan kaum muslimin. Hukum negara tidak memihak kaum muslimin. Di sana, kaum muslimin diperlakukan seperti binatang buruan yang halal dibunuh, atau bahkan seperti sampah yang murah bahkan tak berharga.

Hidup di Asia Tengah sebagai muslim memanglah sulit dan penuh dengan ketakutan. Di mana-mana selalu terdengar kematian yang menimpa saudara-saudara mereka. Mereka dibunuh dengan cara yang tidak manusiawi. Di China, pembersihan muslim Uighur Xinjiang, adalah program yang sah dan legal bahkan menghukum mati mereka dengan cara ditembak atau digantung adalah tindakan hukum yang disepakati.

Kamp-kamp Jihad dan Dakwah di Asia Tengah
Sebagai bentuk perlawanan atas ke-tidakadilan yang kini tengah dihadapi kaum muslimin di Asia Tengah, telah berdiri beberapa kamp-kamp jihad yang setia mempertahakan kemuliaan agama Islam di tanah kelahiran mereka. Mereka adalah sebagian kaum muslimin yang tidak ridha dengan kezhaliman yang kerap dilakukan pemerintah komunis China, Rusia, serta kaki tangan-kaki tanganya di masing-masing negara me-reka. Di kamp-kamp jihad itu, para ak-tivis dakwah dan mujahidin bergerak menyadarkan kaum muslimin untuk ikut serta dalam membela agama Islam.
Di Afghanistan dan Pakistan, kita se-ring menyaksikan aksi-aksi jihad kaum muslimin sebagai reaksi perlawanan terhadap tentara Amerika, yang jelas-jelas mendukung pembantaian warga muslim oleh pemerintahan komunis China dan Rusia.

Berikut adalah beberapa media Islam dalam bidang dakwah dan jihad yang cukup berpengaruh di tengah-tengah perjuangan menegakkan kemuliaan Islam:

As-Sahab Media Foundation
Media ini berada di Afghanistan dan Pakistan. Media ini banyak memproduksi video-video jihad yang dilakukan oleh para mujahidin terhadap tentara penjajah Amerika. Seperti biasa, Amerika mencap media ini sebagai media terorisme.

Islam Awazi Information Center
Islam Awazi adalah sayap media resmi milik TIP atau Partai Islam Turkistan, kelompok pejuang Islam yang beranggotakan etnis Uigur Muslim, etnis asli yang berasal dari propinsi Xinjiang China bagian barat.

Islamic Emirate of Afghanistan Media
Media ini merupakan media resmi Imarah (pemerintahan) Islam Afgha-nistan yang banyak merilis pernyataan-pernyataan politik. Media ini juga me-ngeluarkan majalah "Al Somood" (saat ini sudah tiga edisi yang diterbitkan). Materi-materi yang diterbitkan media ini menggunakan dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris.

Jundullah Media
Jundullah Media adalah sayap media resmi yang dimiliki Islamic Movement of Uzbekistan (IMU) atau Gerakan Islam Uzbekistan. Sebagaimana HAMAS di Palestina, IMU sudah dinyatakan Amerika sebagai organisasi teroris luar negeri. IMU telah berpartisipasi dalam serangan terhadap tentara Amerika dan tentara koalisi di Afghanistan. IMU beranggotakan para mujahid, mujahidah, dan para aktivis dakwah yang telah siap mengorbankan nyawa mereka untuk kemuliaan Islam.

Ummat Studios
Ummat Studios adalah organisasi media Pakistan yang memproduksi video seruan jihad dan operasi militer di Pakistan dan Afghanistan. Video yang dirilis Ummat Studios berfokus pada aktivitas para mujahidin Pakistan di wilayah Waziristan. Pada Mei 2008, Ummat Studios merilis video berjudul "Na Pak Fouj" yang menampilkan para anggota baru mujahidin di sebuah camp di Waziristan sambil menyanyikan syair-syair berikut: " Kami semua akan mati, hidup terlalu singkat. Hai kalian para Muslim, kalian harus beraksi sekarang, kami telah tertindas. Ya tentara Islam, datanglah kemari untuk berjihad... Datanglah kemari untuk berjihad".

Badr at-Tawheed Media
Badr at-Tawheed adalah sayap media resmi Islamic Jihad Union (IJU) yang berada di Uzbekistan. Didirikan pada bulan Maret 2002 di Wilayah Kesukuan Pakistan. Pada 25 Mei 2005 Amerika secara resmi mengumumkan bahwa kelompok ini sebagai bagian dari ke-lompok teroris global . Menurut pernyataan resmi Departemen Luar Negeri Amerika, Islamic Jihad Union meru-pakan ancaman berbahaya bagi fasi-litas dan kepentingan Amerika yang berada di luar negeri.

Sebagaimana biasanya, media-media serta organisasi-organisasi jihad dan dakwah selalu saja dipandang sebagai media atau organisasi teroris oleh Ame-rika dan sekutu-sekutunya. Padahal sejujurnya, keberadaan mereka adalah bentuk perlawanan terhadap kedzaliman dan ketidakadilan yang kerap di-lakukan oleh para penjajah, baik dari negara-negara salibis maupun komunis.

Jeritan warga muslim di Asia Tengah tidak bisa dibiarkan begitu saja. Per-juangan harus tetap dilakukan. Jika bicara manusiawi atau tidak manusiawi, Islam lebih berhak diyatakan sebagai agama yang manusiawi. Merekalah, para penjajah komunis dan salibis yang tidak berprikemanusiaan. Bagaimanapun juga, dakwah harus disampaikan dan panji-panji perjuangan tidak mungkin ditinggalkan. Asia Tengah, pernah menjadi saksi atas kegemilangan Islam. Dulu, kawasan itu pernah dikenang sebagai kawasan yang penuh dengan keadilan dan kemakmuran, baik bagi warga muslim maupun non-muslim. Tentunya tidak mungkin jika sejarah emas itu harus diganti dengan peluru-peluru dan bom-bom penghancur dari penjajah bernafsu hewan, komunis dan salibis. Allahu Akbar!

Tuesday, July 14, 2009

Ilmu Jurus Badar

Pukulan Dzul Fakar atau Jurus Badar


Dalam dunia persilatan anda tidak terlepas dari menggunakan penumbuk sebagai alat mempertahankan diri. Tumbukan yang baik adalah yang di lepaskan pada sasaran dengan tepat dan padu. Tumbukan yang di gunakan tumbukan yang perlahan tapi dapat mencederkan organ dalaman. Tubukan ini di namakan pukulan Dzul Fakar atau di sebut juga Jurus badar.


Pukulan Dzul Fakar atau Jurus Badar ini anda boleh pelajari dalam perguruan Kuntau Elat, saya mempelajarinya di Terenganu sewaktu remaja. Gurunya bernama Abang Z yang tinggal di sebelah kampung bukit besar kuala terengganu ( rumah sebelah pagar sekolah khoriah jalan panji Alam ) dan masih hidup sehingga sekarang.


Setelah tamat berguru dengan Abang Z, saya merantau ke Indonesia di sana saya menemukan amalan yang sama seperti apa yang telah pelajari dengan Abang Z, tapi di indonesia ( kota Mataram ) di namakan jurus badar. Perguruan ini di ketuai oleh seorang kiyai yang bernama Almarhum Tuan Guru Kiyai Haji M. Zainuddin Abdul Madjid di Pancor Lombok Timur. Beliau merupakan guru pondok yang memiliki ilmu hikmah yang sangat handal dan dikenali ramai di Nusa tenggara Barat.


Menurut cerita legenda, seorang pemerentah di Indonesia pernah memiliki keilmuan ini, sehingga songkok beliau tidak dapat di pindahkan oleh orang lain tanpa keizinan beliau, beberapa kali percubaan membunuh beliau berjaya di patahkan dengan berkat keilmuan ini. Kesohihan cerita lagenda ini tidak dapat di pastikan.

Dalam keilmuan Pukulan Dzul Fakar atau Jurus Badar ini ada menyatakan bahawa Tubuh manusia terdiri dari 9 isim kelemahan atau point kelemahan yang menjadi sasaran secara otomatik oleh pukulan ini. Dengan kata lain Ilmu Jurus Badar ini merupakan Ilmu pukulan secara reflek, seumpama kita pernah mendengan ilmu persilatan yang bergerak secara otomati apabila berlaku sesuatu hal yang tidak di ingini.


Ilmu jurus Badar merupakan ilmu pergerakan pukulan secara semula jadi. Apabila ilmu ini sudah menyatu dengan diri anda. Ilmu jurus badar apabila di gunakan (niat). Akan berlaku gerakan secara reflek dan mencari sasaran 9 isim kelemahan yang ada dalam tubuh manusia. Ilmu jurus badar merupakan Ilmu yang harus di miliki oleh pendekar, guru tenaga dalam , ahli kerohanian dan lain-lain yang mementingkan pembelaan diri dan keluaga.


Ilmu Jurus Badar


Ilmu Jurus badar ini menggunakan 9 ayat quran yang di namakan ayat isim...

9 Ayat isim ini dibaca setiap hari jumaat...dengan cara tertentu....

Dengan amalan yang betul anda akan lihat melalui terawangan ...

Beberapa sinar cahaya pada point 9 isim tersebut....

Melalui cahaya sinar tersebutlah gerakan reflek akan berlaku dan menembusi sasaran musuh anda.....

Bagi anda yang ingin memiliki ilmu jurus badar ini sila hubungi penulis secara langsung atau Via Email. Semoga keilmuan ini menjadi tambahan wawasan keilmuan anda. Wasalam

Sunday, July 12, 2009

Ibu Amalan

Merawat Ilmu Anda


Sebagai manusia biasa kita mungkin tidak terlepas malakukan kesilapan. Jika selama ini anda melanggar pantang atau sudah lama tidak mangamalkan ilmu kebatinan tersebut akibat sibuk dengan urusan seharian. Perlu anda ketahui bahawa sesuatu amalan akan berkurang tenaga atau manfaatnya dan seterusnya hilang dari dalam diri anda, jika ilmu sejati tersebut tidak anda amalkan selama 6 bulan. Anda ingin meminta ijazah kembali kepada guru anda, malu kerana terlanggar pantang atau alasaan yang lainya.


Daripada anda berganti – ganti amalan yang seterusnya akan mengubah keharmonian energy anda. Lebih baik anda mengamalkan keilmuan yang telah anda miliki tersebut. Sayangnya adakala guru asal anda telah meninggal dunia. Maka untuk mengamalkan kembali tidak ada orang yang memahami keilmuan tersebut apalagi untuk mengijazahkanya kembali.


Hasil dari pembelajaran dan pengamatan saya tentang ilmu kebatinan saya dapati sifat ilmu adalah bersumber dari zat sesuatu ilmu. Raja sesuatu ilmu terletak kepada sebuah energy yang bersumber dari dalam diri anda. Sebuah tempat yang sangat di rahsiakan oleh guru. Semua perguruan tenaga dalam atau kebatinan mempunyai dan mengetahui rahsia tersebut.


Contoh: Mungkin anda telah mendatangi sebuah perguruan kebatinan atau tenaga dalam. Anda menyatakan bahawa anda ingin mempelajari ilmu kebatinan. Guru tersebut menawarkan puluhan jenis ilmu yang boleh di pelajari. Anehnya guru tersebut menguasai semua keilmuan tersebut dan masih boleh demo atau memperagakan keilmuan tersebut. Maksudnya guru tersebut menguasai semua keilmuan dengan baik.

Untuk pengetahuan anda, penyatuan sesuatu ilmu memerlukan masa 6 hingga 1 tahun, baru boleh sesuatu ilmu itu dapat di demokan. Contoh saya memiliki sebuah keilmuan yang berkaitan dengan kekebalan hiris, tetak dan tikam dan boleh di demokan dimana sahaja dan bila bila sahaja yang saya mahu.


Ilmu tersebut guru saya menyebut “Ilmu Kebal Bahar”, keilmuan ini saya pelajari pada tahun 2003 di Solo Indonesia dengan sebuah perguruan yang bernama Daya Laduni. Keilmuan tersebut menggunakan sebuah ritual yang harus puasa 7 hari. Setiap hari harus membaca surah al hadid 3 kali dan hizib bahar 3kali setiap kali selepas solat. Pada hari yang ketujuh kita akan merasakan dan melihat rambut kita seperti kawat besi yang berwarna keemasan tapi ringan. Setelah itu saya test dengan memotong rambut saya. Alhamdulilah tidak putus dan saya berhasil. Tapi amalan tersebut harus saya lakukan setiap hari agar hasilmnya menjadi semakin sempurna.


Dengan perjalanan kerja dan urusan perniagaan saya yang sentiasa sibuk , tidak mungkin saya dapat istikomah dengan amalan tersebut sepanjang hidup saya. Dari pada saya mengamalkan keilmuan seperti ini lebih baik saya tingkatkan hubungan saya dengan Allah. Dari pengalaman saya, semua keilmuan yang saya kuasai sebenarnya pengaruhnya adalah di sebabkan energy.Semakin kuat energy yang kita miliki semakin cepat sebuah keilmuan itu berhasil.


Berbalik dari cerita di atas, bagai manakah seorang guru yang berusia 40 tahun menguasai hampir puluhan jenis ilmu?. Jadi beliau menghabiskan masa hidupnya dengan mengamalkan 5 hingga 6 jenis ilmu 1 hari selama 40 tahun. Bagi manusia morden. Mungkin mustahil untuk mengamalkan keilmuan tersebut serentak dan istikomah selama bertahun tahun.


Tahukah anda sebenarnya mereka tidak mengamalkan semua kelimuan tersebut serentak. Tapi mereka mengamalkan satu ilmu tunggal yang dapat menguasai kesemua keilmuan tersebut. Ilmu tersebut adalah sebuah ilmu untuk membangkitkan tenaga kebatinan. Apabila ilmu di amalkan setiap hari maka pengaruh energy ilmu tersebut akan mempengaruh ilmu –ilmu yang lain.


Contoh 2. Pada tahun 2006 saya di datangi oleh seorang yang tidak saya kenali dari Kelantan. Beliau merupakan seorang ahli sukan tomoi yang sering gagal dalam pertarungan di gelangang. Beliau mendatangi saya, setelah mendengar cerita tentang bagai mana saya telah berjaya meleraikan sebuah pergaduhan di terminal bas di Terengganu sedikit waktu dahulu. Demi untuk menyelamatkan seorang murid saya yang telah di pukul oleh hampir 20 orang di terminal bas satu ketika dahulu.


Beliau mendengarkan dari orang yang terlibat dalam pegaduhan tersebut, saya melepaskan sebuah tumbukan padu kepada 5 orang sekali gus. Anehnya mereka tidak dapat melihat waktu bila tumbukan tersebut di lepaskan ( tumbukan ghaib ). Berbekal dengan cerita dari responden tersebut beliau ingin mempelajari ilmu tersebut dari saya.

Terus terang disini saya menyatakan bahawa saya memperolehi ilmu tersebut dari orang melayu betawi di Jakarta daerah kerawang. Tapi saya tidak sempat mengamalkanya. Sewaktu kejadian tersebut saya hanya teringat tentang keilmuan tersebut sahaja. Alhamdulilah keilmuan tersebut berhasil.


Saya telah mengijazahkan beliau dengan keilmuan tersebut tanpa saya mengamalkan terlebih dahulu Alhamdulilah. Setelah beliau mengamalkanya beliau memperolehi berbagai kemenangan dan berhasil menguasai keilmuan tersebut. Apa yang ingin saya ceritakan disini. Adalah mustahil untuk saya mengamalkan semua keilmuan yang saya pelajari sekali gus untuk menguasai kesemua ilmu tersebut.


Apa yang saya lakukan adalah mengamalkan “IBU AMALAN” yang membongkar rahsia kejadian dan keberhasilan sesuatu amalan. Apa pun amalan yang anda pelajari Ibu amalan ini akan membantu keberhasilan amalan yang anda amalkan. Apapun jenis amalan kebatinan yang anda amalkan kuncinya adalah energy. Apabila energy rahsia ini telah terbangkit amalan yang anda amalkan dengan mudah menyatu dalam diri anda.


Ibu Amalan ( kunci kejayaan ilmu kebatinan )


1. Ibu amalan adalah tonggak amalan yang anda amalkan.

2. Ibu amalan ini merupakan pintu masuk anda ke alam kebatinan.

3. Ibu amalan merupakan sebuah teknik pembangkitan energy yang terkuat yang pernah anda rasakan.

4. Ibu amalan merupakan amalan yang harus ada pada setiap perguruan tenaga dalaman aliran sufi.

5. Ibu amalan merupakan amalan rahsia tarikat asbabul hikmah.

6. Ibu amalan merupakan pembangkit kepada semua energy yang bersifat kerohanian.

7. Ibu amalan merupakan rahsia hubungan antara hamba dan makhluk.

8. Ibu amalan merupakan sebuah teknik sederhana pembangkitan energy di kalangan ahli sufi.

9. Ibu amalan merupakan zikir rahsia yang sangat di rahsiakan oleh para guru ahli hikmah.

10. Ibu amalan merupakan sebuah ilmu tunggal yang berfungsi untuk menyatukan ilmu anda yang telah lalu.

11. Ibu amalan merupakan rahsia terhebat yang pernah di bongkar dalam arina ilmu tenaga dalam.

12. Ibu amalan merupakan sebuah teknik dan amalan pembangkitan energy yang sangat luar biasa.


Jika anda berminat untuk merawat Ilmu anda dan mencari solusi untuk memperkuatkan energy anda Ilmu Ibu amalan merupakan sarana yang sangat lengkap untuk anda miliki.

Jaminan keberhasilan adalah 100% Ini jaminan kami.

Pemesanan akan di beri bonus berupa meditasi sufi sunan kalijaga ( amalan yang di lakukan oleh kanjang sunan sewaktu menunggu tongkat sunan bonang di tepi sungai ( kali ) )

Pemesanan akan di beri sejadah khusus tingkat guru dan minyak saranan ritual pembangkitan energy + Bimbingan khusus via hp sehingga berhasil .

Mahar rm 350.00

Monday, June 15, 2009

Amalan Sunan Kali Jaga

Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah Putra Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.


Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali (penunggu sungai). Sedangkan versi yang lain mengatakan beliau menunggu tungkat Sunan Bonang di tepi sungai. Apapun versinya yang jelas beliau mempunyai hubungan yang sangat erat dengan sungai.


Kemudian kaedah ini berkembang menjadi sebuah ritual Kum kum Sebuah teknik ritual pernafasan tenaga dalam dan kebatinan yang di katakan sangat cepat membangunkan tenaga dalaman dan tenaga kerohanian seseorang.


Fakta di atas saya kutipkan dari sebuah naskah kuno yang bertajuk Mertasinga yang merupakan pesan yang disampaikan, oleh Syekh Ataullah, salah satu guru dari Sunan Gunung Jati. Naskah ini diterjemahkan oleh Bapak Amman N. Wahjoe, yang memiliki dokumen ini secara turun menurun dalam keluarganya dan kepada anak muridnya. Penulis merupakan salah seorang yang terlibat dalam mengembangkan metode Sunan Kalijaga ini.


Kaedah kum kum ini merupakan sebuah Ritual kerohanian warisan Kanjeng Sunan Kalijaga dan sangat popular bagi peminat ilmu kebatinan ”manunggaling kuala gusti” menyatu tidak bersatu, bercerai tidak berjauhan.

Sebuah konsep sufi yang sangat terkenal dengan keampuhan pembangkitan tenaga kerohanian.

Dalam metode ini atau kaedah mengamalkan sesuatu kebatinan Versi Sunan Kalijaga ini beberapa media tertentu .Media – media ini di perlukan sebagai saranan untuk meringankan sukma dan membuka pintu tenaga dalaman anda.


CERITA RAKYAT SUNAN PANDAN ARANG


Ki Pandan Arang I yang dalam pemerintahannya cukup cukup merasa sangat menderita dan kecewa kerana putri kesayangan yang cantik jelita menderita sakit lumpuh. Segala iktiar telah di lakukan , malangnya semua usaha beliau gagal dan tidak ada kemajuan. Putrinya tetap lumpuh. Sehinggalah beliau mempunyai nadzar, barang siapa dapat menyembuhkan putrinya akan diambil sebagai menantu.

Pads suatu hari Sunan Kalijaga memberitahu bahwa di Gunung Gede ada orang yang pandai bernama Ranawijaya berasal dari Majapahit. Atas permintaan Ki Pandan Arang I, Ranawijaya datang ke Kadipaten. Dengan doa khusus beliau mendoakan sang putri. Akhirnya sang Putri dapat di sembuhkan . Akhirnya Ranawijaya diambil sebagai menantu.

Pada saat Ki Pandan Arang I meninggal dunia, Ranawijaya menggantikan dengan gelar Ki Pandan Arang II. Daerahnya maju pesat, rakyatnya makmur termasuk perkembangan agama Islam cukup memuaskan. Namun kemakmuran dan keberhasilan dalam pemerintahannya membuat Ki Pandan Arang II lupa diri, ia jadi congkak, sombong dan kedekut. Ia selalu mengejar harta walaupun sudah melimpah ruah.

Mengetahui keadaan semacam itu Sunan Kalijaga datang menyamar sebagai penjual rumput. Dalam kesempatan tawar menawar disisipkan peringatan terhadap perilaku Ki Pandan Arang II yang telah menyimpang dari ajaran agama Islam. Berulang kali Sunan Kalijaga datang memperingatkan namun tak dihiraukan. Akhirnya Sunan Kalijaga menunjukkan kesaktiannya, setiap tanah yang dicangkulnya berubah menjadi sebongkah emas dan diberikan kepada Pandan Arang.


Pandan Arang sangat heran terhadap kesaktian penjual rumput. Setelah diketahui bahwa penjual rumput itu Sunan Kalijaga maka bersujud dan bertaubat. Pandan Arang melepaskan kedudukannya sebagai Adipati ingin berguru kepada Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga menyanggupi mengajarkan ilmu di Gunung Jabalkat dengan syarat perjalanan yang di tempuh tidak boleh membawa harta benda.

Setelah bulat tekadnya Pandan Arang bersama istrinya meninggalkan Semarang menuju Gunung Jabalkat, Dasar naluri seorang wanita, Nyi Pandan Arang memasukkan seluruh perhiasannya dan sementara uang dinar ke dalam tongkat yang akan dibawanya. Dalam perjalanan Nyi Pandan Arang tertinggal jauh dari suaminya. Dia dihadang tiga orang penyamun. Direbutnya tongkat tongkatnya dan seluruh bawaannya. " Kangmas, tolong! Ada tiga orang penyamun! (Jawa: Kangmas, tulung! Wonten Tyang, salah, tiga.... lebih kurang saya berbahasa jawa he he he ) ".

Menurut yang punya cerita tempat itu sekarang diberi nama Salatiga (salah-tiga). Pada saat Ni Pandan Arang kembali menolong istrinya, tiga orang penyamun itu marsh merebut perhiasan yang dipakai Nyi Pandan Arang. Melihat sikap kasar para penyamun Ki Pandan Arang menjadi marah. " Hei! Manusia mengapa nekad seperti kambing domba (Jawa : E, wong kok drufhus kaya wedhus)."


Dengan izin Allah wajah Sambangdalan ( pemimpin penyamun ) itu berubah menjadl domba atau kaldai. Para penyamun takut mefihat kesaktian Ki Pandan Arang. Sambangdalan bertaubat dan minta supaya wajahnya dikembalikan seperti semula. Pandan Arang memaafkan kesalahannya tetapi wajahnya tetap seperti domba. Sambangdalan akhirnya menjadi pengikut Pandan Arang dan lebih dikenal dengan nama Syeh Domba....


Kesaktian Sunan Kalijaga

Dari Sunan Kali Jaga terus Ki Pandan Arang dan Akhirnya Syeh Domba. dikatakan memiliki beberapa keilmuan kerohanian yang sangat luar biasa dengan Izin Allah. Menurut Guru kepada guru saya yang mempunyai sejarah dan wasilah sehingga kepada Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga dikurniakan berbagai karomah dan kesaktian adalah disebabkan mendekatkan dirinya dengan Allah sedekat dekatnya.

Menurut guru saya lagi. Apabila Allah mencintai kita maka terjadilah ”pentajalian” segala sifat-sifatnya terhadap terhadap hamba. Kata beliau lagi ” bukan kamu yang melontar, tapi Allah yang melontar, bukan kamu yang melihat tetapi Allah yang melihat”. Salah satu syair hasil karya sunan Bonang , Boleh saya kutipkan disini terjemahan dari syair yang aslinya berbahasa Jawa tersebut:

Obat hati ada lima perkara.

Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya

Yang kedua, shalat malam dirikanlah

Yang ketiga, berkumpulah dengan orang saleh

Yang keempat, perbanyaklah berpuasa

Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah.

Siapa yang bisa melakukan salah satunya

Semoga Tuhan memberikan penyembuhnya.


Syair Sunan Bonang


Jika pekara – pekara di atas anda jadikan panduan insyaallah, kita akan berjaya dalam kehidupan dunia dan akhirat. Selain dari pekara yang telah saya sebutkan diatas Sunan kalijaga mempunyai auratnya yang tersendiri. Menurut karangan kuno Mertasinga mengatakan. Amalan atau aurat tersebut Sunan Kalijaga mendapatkan dari Sunan Bonang secara wejangan di atas perahu.


Menurut ceritanya keampuhan amalan tersebut apa bila di bacakan pada sesuatu akan memberi barokah. Ini terbukti sewatu amalan tersebut di Ijazahkan kepada sunan kalijaga, kebetulan seekor cacing yang di sumpah dari seorang manusia. Mencuri dengar amalan tersebut. Dengan Izin Allah segala sumpahan terhadap itu telah tamat dan terbatal. Maka cacing tersebut bertukar menjadi seorang manusia yang bernama Syeh Siti Jenar. Ini merupakan sebuah cerita rakyat yang kebenaranya hanyalah pembaca yang menilaikanya.


Maka amalan tersebut sangat di Rahsiakanya, menurut cerita rakyat sewaktu Sunan Kalijaga mencangkul tanah dan menukarkanya menjadi Emas amalan ini di baca terus menerus. Amalan ini di ajar turun temurun dari sunan Kali jaga kepada murid kesayangan beliau sehinggalah kepada penulis.

Amalan tersebut adalah Doa Nurun Nurbuah yang sangat terkenal ini, Cuma bezanya adalah kaedah cara mengamalkanya. Doa Nurun Nurbuah yang di amalkan dengan menggunakan metode Kanjeng Sunan Kali Jaga. Adalah sangat berbeza dengan kaedah pengamalan yang di pelajari dari pondok-pondok atau majlis Ilmu Kerohanian yang lain.Untuk pengetahuan anda semua Doa Nurun Nurbuat mempunyai berbagai Versi. Varsi yang kami gunakan merupakan Versi asal dari Wali sembilan Khususnya dari Kanjang Sunan Kalijaga. Menggunakan Metode asal dan prasyarat dari Kanjeng Sunan Kalijaga.


Untuk Mengamalkan Doa Nurun Nurbuah menggunakan metode Sunan Kali Jaga Harab menghubungi saya. Mahar seikhlasnya


aura_menjaro@yahoo.com

012 9642466 Usatad Hanafi.menjaro